KERUNTUHAN TEORI EVOLUSI

21 Juni

Bagian l
ASAL USUL KEHIDUPAN

                Siapa pun yang mengamati dengan seksama jagad raya yang dihuninya, akan melihat adanya suatu sistem yang luar biasa. Keseluruhan sistem yang luar biasa ini bekerja menurut hokum dan keteraturan tertentu. Terdapat rancangan, desain, dan keseimbangan disegenap penjuru raya.

                Bumi menempati bagian yang kecil di alam semesta ini. Bumi didesain dengan sempurna, seimbang dan kompleks. Adanya atmosfer bumi dan kompleksitasnya inilah yang memungkinkan bumi dihuni oleh makhluk hidup. Di dalam bumi tersimpan berbagai unsur kehidupan, seperti air yang menutupi sebagian permukaan bumi, kisaran suhu, ciri orbit, dan permukaan bumi menunjukkan bahwa planet ini memang didesain bagi kehidupan.

Gambar Simulasi Tentang Teori Evolusi

Jutaan spesies tumbuhan dan hewan yang berbeda hidup di bumi dengan sangat harmonis. Sehingga kehidupan ini dapat terus berlanjut. Bagaimana system dan kehidupan ini berawal dapat kita lihat dengan mengamati secara seksama makhluk hidup. Setiap makhluk hidup dilengkapi dengan system yang sangat kompleks dan memungkinkan memainkan peran dalam kehidupan ini sebaik mungkin. Karena kehidupan ini tertata dan terdesain, maka jelaslah dia mempunyai pencipta. Dan pencipta ini telah memperkenalkan dirinya melalui semua ciptaannya. Dialah Allah, sang pencipta langit dan bumi serta segala yang ada diantara keduanya.

                Teori evolusi diawal abad- 19 menolak teori penciptaan ini. Teori ini menyatakan bahwa spesies di bumi bukan diciptakan oleh Allah. Tapi muncul menjadi ada melalui proses yang dikendalikan secara penuh oleh proses kebetulan. Pencetus teori ini adalah seorang ilmuwan amatir ilmu alam bernama Charles Darwin. Darwin memaparkan teori tersebut dalam bukunya The Origin Of Species yang terbit tahun 1859.

Gagasan Darwin memberi dukungan besar bagi filsafat materialisme yang menolak keberadaan Tuhan. Salah satu diantaranya adalah Karl Mark. Teori Darwin menyatakan bahwa semua spesies berasal dari satu moyang yang sama melalui perubahan kumulatif sedikit demi sedikit dalam waktu lama. Namun Darwin tidak memiliki bukti untuk membenarkan klaimnya. Dia tidak bisa mengetahui bagaimana asal makhluk hidup itu diciptakan, bahkan dia sendiri menyadari bahwa banyak fakta penting yang akan menggugurkan teorinya. Pengakuan ini diungkapkannya dalam bukunya pada bab berjudul Difficultes Of The Theory. Dan kemajuan ilmu di bidang Sains pun kini menggugurkan teori Darwin satu per satu.

Menurut teori Spontanious Generation yang popular di abad pertengahan, makhluk hidup dapat muncul dari benda tak hidup. Akan tetapi setelah dilakukan beberapa percobaan, semua teori itu tidak dapat dibuktikan. 

Pada masa setelah diterbitkannya buku Darwin, seorang ilmuwan Biologi Prancis, Louis Pasteur secara ilmiah menggugurkan mitos yang menjadi dasar teori evolusi. Louis Pasteur menyatakan bahwa “Materi tidak dapat terbentuk secara sendirinya. Saat ini tidak ada kondisi yang pernah diketahui yang dengannya seseorang dapat membuktikan bahwa makhluk-makhluk mikrskopik terbentuk tanpa induk yang menyerupai mereka”. Dari pernyataan Louis Pateur tersebut, semua Evolusionis yang merumuskan asal usul kehidupan berakhir dengan kegagalan.

Evolusionis pertama yang meneliti asal usul kehidupan pada abad ke-20 adalah pakar Biologi Rusia, Alexander Oparin. Dia bertujuan untuk menjelaskan bagaimana  makhluk hidup dapat terbentuk dari makhluk bersel satu yang dianggap sebagai nenek moyang makhluk hidup, dan bagaimana makhluk hidup dapat terbentuk dari makhluk yang tidak hidup. Akan tetapi, semua teori itu dapat terbantahkan. Evolusionis lainnya Stanley Miller. Pada tahun 1953 dia melakukan eksperimen sebagai bukti pendukung evolusi.  Namun kembali terbantahkan setelah dilakukan eksperimen mendalam.

Penghalang terbesar bagi evolusi adalah struktur yang sangat kompleks pada sel hidup. Suatu sel hidup terdiri dari ribuan komponen kecil yang bekerja secara harmonis yang tidak mungkin terbentuk oleh proses kebetulan, seperti yang dikemukakan Darwin dalam teorinya. Adanya penemuan-penemuan dalam bidang Biokimia modern pun semakin meruntuhkan teori-teori evolusi yang ada. Misalnya struktur molekul DNA yang ditemukan oleh James Watson dan Francis Crick pada tahun 1955, yang menunjukkan bahwa proses kehidupan begitu rumit dan kompleks.

Hal tersebut menunjukkan bahwa DNA, sel, dan seluruh makhluk tidak tercipta melalui proses acak dan kebetulan, akan tetapi ada yang menciptakannya. Pencipta yang memiliki kekuasaan, ilmudan hikmah yang tak terbatas. Dialah ALLAH, Tuhan langit dan bumi.



Bagian ll
MEKANISME KHAYALAN EVOLUSI

Skenario Evolusionis yang menyatakan bahwa kehidupan dapat terbentuk dari makhluk tak hidup telah digugurkan oleh ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini. Selain itu, di alam tidak dijumpai mekanisme yang melakukan proses evolusi seperti yang dikemukakan Darwin dalam teorinya.

Teori Darwin yang dijadikan konsep evolusinya adalah seleksi alam, yaitu bahwa makhluk hidup yang kuat dan teradaptasi dengan baik dalam habitatnya akan bertahan hidup, Sementara yang tidak mampu beradaptasi akan terseleksi. Namun pada kenyataannya seleksi alam tidak merubah suatu spesies menjadi spesies yang lain yang bebeda dari sebelumnya.

Lamark adaah salah satu tokoh Evolusionis yang menjadi inspirasi Charles Darwin. Lamark berpendapat bahwa “Makhluk hidup mewariskan sifat-sifat yang diperolehnya semasa hidup pada generasi berikutnya”. Mereka telah keliru. Teori-teori tersebut sangat bertentangan dengan hukum dasar biologi. Hal ini mungkin saja terjadi mengingat bahwa pada masa itu Genetika, Mikrobiologi dan Biokimia belum berkembang sebagai cabang ilmu, sehingga timbul berbagai macam mekanisme khayalan evolusi dari para Evolusionis tersebut.

Melihat semakin terpuruknya teori-teori Darwin, kaum Neo Dawinisme pun semakin gencar melancarkan teori mereka untuk mempertahankan teori evolusi. Mereka akhirnya dituntut untuk melakukan perubahan mendasar pada teori evolusi. Untuk melengkapi konsep seleksi alam, mereka menambahkan mekanisme kedua yang disebut mutasi. Mutasi adalah perubahan atau distorsi yang terjadi pada DNA Makhluk hidup yang muncul akibat pengaruh luar, seperti radiasi dan dan bahan kimia. 

Kini teori evolusi menyatakan bahwa perubahan makhluk hidup dari satu spesies ke spesies lainnya berkembang sebagai hasil dari mutasi. Ini terbukti tidak benar, sebab mutasi hanya merusak informasi pada DNA dan hanya membahayakan tubuh makhluk hidup. Mutasi menguntungkan belum pernah dijumpai baik di alam maupun di laboratorium. Mutasi pada makhluk hidup menyebabakan makhluk hidup tersebut menjadi sakit, cacat bahkan mati.


Bagian lll
CATATAN FOSIL

Di abad ke-20, teori evolusi tidak hanya terbantahkan oleh Biologi Molekuler tetapi juga oleh Paleontologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang fosil-fosil. Kenyataannya, tidak ada fosil yang mendukung evolusi pernah ditemukan dalam penggalian yang dilakukan di seluruh penjuru dunia. Fosil adalah sisa jasad makhluk hidup yang hidup pada masa lampau.  Struktur rangka makhluk hidup yang menjadi fosil dapat dijadikan sebagai petunjuk tentang sejarah kehidupan di bumi. Jadi, catatan fosillah yang memberi kita jawaban tentang asal usul makhluk hidup. 

Teori Evolusi menyatakan bahwa kehidupan dimulai dari makhluk bersel satu yang selama jutaan tahun kemudian berevolusi  menjadi ikan dan hewan invertebrata yang hidup di laut. Ikan-ikan ini kemudian diduga muncul ke daratan sebagai reptil hingga pernyataan bahwa burung dan mamalia berevolusi dari reptil.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, para ahli  evolusionis menemukan berbagai jenis fosil yang diklaim sebagai nenek moyang manusia. Sementara para ahli paleontology menyatakan bahwa makhluk hidup tertua di bumi ini adalah makhluk-makhluk pada zaman kambrium. Karena pada zaman itu ditemukan berbagai makhluk hidup yang muncul secara tiba-tiba secara bersamaan tanpa nenek moyang.

Para ilmuwan menyatakan bahwa  jika hal diungkapkan para evolusionis tersebut benar terjadi, pasti akan ditemukan fosil-fosil peralihan dari satu spesies ke spesies yang lain. Namun, sampai saat ini belum juga ditemukan hal semacam itu dalam daftar catatan fosil sehingga evolusi itu sendiri tidak dapat dibuktikan kebenarannya. 
Satu-satunya pertahanan evolusi yang masih tersisa setelah menghadapi semua fakta ilmiah tersebut adalah propaganda. Scenario tentang bumi dan manusia disebarkan ke masyarakat melalui gambar-gambar khayalan lewat publikasi evolusionis. Mereka mengklaim bahwa manusia sebenarnya adalah hasil evolusi dari kera. Untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat akan kebenaran teori itu, para Neo Darwinisme terus melakukan klaim melaui penciptaan gambar-gambar fiksi yang memperlihatkan seekor kera dengan tubuh yang dipenuhi bulu dan perawakan menyerupai manusia. Bahkan timbul berbagai pemalsuan tentang fosil-fosil bentuk transisi kera ke manusia. Hingga akhirnya para ahli melakukan penelitian dan dinyatakan bahwa semua pernyataan tersebut adalah palsu.

Introvert Yang Senang Baca Buku dan Traveling Allah mengangkat orang-orang beriman di antara kamu dan juga orang-orang yang dikaruniai ilmu pengetahuan hingga beberapa derajat. ( al-Mujadalah : 11 )

Artikel Terkait

Previous
Next Post »